MEMILIH air minum tidak hanya didasarkan pada kesehatan semata, tapi juga unsur "eco friendly". Lantas, sumber air minum apa yang mesti dipilih?

Kesehatan memang menjadi faktor utama bagi siapapun. Mengingat nilai kesehatan yang begitu mahal dan tak terukur dengan nominal, maka menjaga kesehatan merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

Salah satu cara dasar yang perlu Anda lakukan, yakni menjaga kebersihan air minum yang dikonsumsi sehari-hari.

Selama ini, mungkin kebutuhan air harian diperoleh dari berbagai cara. Ada yang melalui proses perebusan, membeli air kemasan, membeli air isi ulang hingga menggunakan alat pemurni air premium.

Semua alternatif tersebut tentu sangat merogoh kocek yang tak sedikit, serta sangat boros emisi sehingga tidak ramah lingkungan.

Kehadiran Pureit menjadi solusi yang dapat menjembatani kerisauan masyarakat memeroleh air bersih sekaligus menggalakkan aksi ramah lingkungan.

Pureit merupakan pemurni air dengan teknologi modern dan canggih, sehingga air minum terlindungi dari kuman berbahaya yang dapat mengakibatkan penyakit.

"Pureit adalah inovasi teknologi pemurni air yang ramah lingkungan. Pasalnya, air bisa langsung diminum tanpa perlu menggunakan listrik ataupun gas," ujar Erwin Cahaya Adi selaku Senior Brand Manager Unilever Pureit pada acara "Seminar & Edukasi Air Minum Aman bagi Masyarakat DKI Jakarta" di Upper Room, Hotel Nikko, Jakarta, Rabu (26/10/2011).

Dilanjutkannya, dengan empat tahap pemurni air yang dapat membunuh kuman,yakni lewat saringan serat mikro, filter karbon aktif, prosesor pembunuh kuman, dan penjernih terbukti menjadi solusi alternatif menjawab kebutuhan masyarakat dalam menghasilkan air layak minum yang sepenuhnya terlindungi dari kuman berbahaya.

"Dengan metode pengolahan air yang efisien dan efektif merupakan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat untuk melindungi pencemaran penyakit akibat bakteri yang ditimbulkan dalam air minum yang tidak sehat. Bila kualitas air minum di dalam rumah tangga membaik, maka angka kejadian penyakit infeksi seperti diare, thypus, dan disentri diharapkan bisa dikurangi,"